Sabtu, 11 Mei 2013

Makalah Budidaya Ikan Nila



KATA PENGANTAR


Dengan memanjatkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, akhirnya makalah ini dapat diselesaikan.
Makalah ini ditulis dengan maksud untuk meningkatkan kegemaran masyarakat mengonsumsi ikan, karena telah terbukti bahwa mengonsumsi ikan akan berdampak positif bagi kesehatan.
Setelah masyarakat suka mengonsumsi ikan, sebagai akibatnya adalah permintaan ikan akan meningkat sehingga harus diimbangi dengan peningkatan produksi. Yang pada akhirnya, diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat atau paling tidak membudidayakan ikan menjadi alternatif untuk mendapat penghasilan.
Penulis menyadari makalah ini disusun sesederhana mungkin dan jauh dari sempurna. Untuk itu, diharapkan kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan makalah ini. Penulis berharap semoga laporan ini bermanfaat bagi pembaca.


                                    Way Jepara, 5 April 2013


                                                                                                             Penulis








DAFTAR ISI


HALAMAN JUDUL...........................................................................................      i
KATA PENGANTAR........................................................................................     ii
DAFTAR ISI.......................................................................................................    iii

BAB  I       PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang..........................................................................     1

BAB  II      TINJAUAN PUSTAKA
A.   Pemilihan Lokasi Kolam.........................................................     2
B.   Pembesaran Ikan Nila di Kolam Air Tenang.......................     2

BAB  III    HASIL DAN PEMBAHASAN
A.   Lokasi Kolam.............................................................................     3
B.   Persiapan Kolam......................................................................     3
C.   Sarana Budidaya......................................................................     4
D.   Penebaran Benih.....................................................................     4
E.   Pemberian Pakan....................................................................     5
F.    Pembesaran..............................................................................     5

BAB  V     KESIMPULAN DAN SARAN
A.   Kesimpulan...............................................................................     6
B.   Saran..........................................................................................     6

DAFTAR PUSTAKA.........................................................................................     7


BAB  I
PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang
Kebutuhan akan gizi mutlak diperlukan karena meningkatkan produktifitas manusia di segala bidang. Maka perlu dicari bahan pangan yang bermutu baik dengan harga yang relatif terjangkau dan mudah didapat. Di antaranya adalah ikan, baik dari hasil tangkapan di laut maupun hasil budidaya. Daging ikan segar ternyata cukup mengandung protein antara 16%-24%, lemak antara 0,2%-2,2%, unsur mineral, vitamin serta karbohidrat. Penderita tekanan darah tinggi sangat cocok mengkonsumsi ikan karena daging ikan tidak mengandung kolesterol.
Ikan Nila (oreochormis niloticus) yang berasal dari Taiwan sudah sejak tahun 1969 dikenal oleh masyarakat Indonesia. Nama atau sebutan nila ditetapkan oleh Direktur Jenderal Perikanan pada tahun 1972, diambil dari nama spesiesnya nilotika menjadi nila.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ikan Nila (oreochormis niloticus) mempunyai keunggulan dan perkembangan budidaya relatif lebih cepat. Hal ini disebabkan oleh sifatnya yang mudah berkembang biak, pertumbuhan badannya cepat, dan merupakan pemakan plankton serta tumbuhan air lunak yang tumbuh di dalam kolam. Keunggulan lain, ternyata Ikan Nila (oreochormis niloticus) dapat hidup, tumbuh dan berbiak pada kondisi air ber pH = 5.
Ikan Nila (oreochormis niloticus) termasuk salah satu jenis ikan yang mempunyai toleransi terhadap kualitas air dengan kisaran lebar, maka Ikan Nila (oreochormis niloticus) sehinga sangat cocok dibudidayakan di kolam-kolam pekarangan yang relatif sempit di sekitar rumah tinggal. Cara pembudidayaan tidak sulit. Dari segi pembesaran, dapat dibudidayakan dengan berbagai cara atau sistem antara lain : monokultur (pemeliharaan tunggal), polikultur (pemeliharaan campuran) dan longyam (pemeliharaan terpadu).
Usaha pemerintah dalam memasyarakatkan makan ikan nila terutama di pedesaan, untuk memenuhi kebutuhan gizi, kiranya akan terwujud. Hal ini didukung oleh keunggulan Ikan Nila (oreochormis niloticus) yang harganya terjangkau masyarakat, mudah dibudidayakan, pertumbuhan cepat, serta tahan terhadap oksigen rendah.
BAB  II
TINJAUAN PUSTAKA

A.   Pemilihan Lokasi Kolam
Lokasi kolam yang baik untuk pembesaran Ikan Nila (oreochormis niloticus) harus memenuhi persyaratan :
1.    Tersedianya saluran pemasukan air dan pengeluaran air selama masa pemeliharaan.
2.    Kualitas air yang baik adalah pH (derajat keasamannya) 5-7, suhu air 27-30 0C, oksigen terlarut (DO) berkisar 5 mg/1 pada suhu 20-21 0C, Karbondioksida (CO2) tidak lebih dari 12 ppm dan kecerahan kolam (Cholik, dkk. 1991).
3.    Kondisi tanah yang baik adalah tanah liat/lempung dengan sedikit kandungan pasir untuk menahan air masa air yang besar dan tidak merembesnya kolam.

B.   Pembesaran Ikan Nila (oreochormis niloticus) di Kolam Air Tenang
Pembesaran Ikan Nila (oreochormis niloticus) sistem air tenang (monokultur) membutuhkan kolam minimum 100 m2, kontruksi kolam disesuaikan kondisi lahan. Kedalaman kolam minimal 1 meter dan tanggul harus kuat agar mampu menahan air. Agar sirkulasi air lancar, kolam juga harus memiliki pipa pemasukan air maupun pengeluaran air yang disaring agar mencegah masuknya predator melalui pipa.
Banyak sedikitnya benih Ikan Nila (oreochormis niloticus) yang akan ditebar harus disesuaikan dengan kolam berapa ukuran panjang dan lebar kolam pemeliharaan yang tersedia. Hal ini dilakukan untuk menjaga agar padat tebar Ikan Nila (oreochormis niloticus) di kolam sesuai dengan keperluan sehingga perkembangan pembesaran ikan nila dapat maksimum.

BAB  III
HASIL DAN PEMBAHASAN

A.   Lokasi Kolam
Tofografinya daerah daratan rendah dan jenis tanahnya agar liat yang bercampur dengan gambut sehingga untuk pembuatan kolamnya harus memiliki kedalaman yang cukup untuk dapat menampung air.

B.   Persiapan kolam
Langkah-langkah dilakukan dalam persiapan kolam yaitu sebagai berikut :
1.    Pengeringan dasar kolam, pengeringan mutlak dilakukan karena berfungsi menghilangkan senyawa beracun saerta membasmi hama dan penyakit ikan, juga untuk memperbaiki pematang yang longsor dengan cara menambal dengan tanah bagian berlubang, serta perbaikan pintu pemasukan dan pengeluaran air jika ada yang tidak berfungsi misalnya saringan yang rusak atau koyak, untuk mencegah ikan liar masuk ke dalam kolam, mengikuti arus air, seperti ikan gabus, belut dan sebagainya.
2.    Pengapuran, digunakan kapur dolomit bertujuan untuk memperbaiki kualitas dasar kolam. Takaran yang dianjurkan 250 gr/m2 – 500 gr/m2 luas kolam. Untuk kolam seluas 100 m2, dosis kapur yang disebar 25000 gr – 50.000 gr atau 25 – 50 kg. Biarkan selama         5 sampai 7 hari.
3.    Pemupukan, dilakukan untuk menumbuhkan makanan alami yang sangat dibutuhkan, baik oleh benih maupun induk di kemudian hari. Sangat dianjurkan pupuk berupa kotoran unggas yang sudah menjadi tanah. Dengan takaran 250 gr/m2 – 500 gr/m2 ; pupuk di sebar merata di dasar kolam.
4.    Untuk kolam seluas 100 m2 harus disediakan pupuk kandang antara 25.000 gr – 50.000 atau 25 kg atau 50 kg. Dibiarkan selama 7 hari.
5.    Pengisian air, setelah persiapan selesai masukkan air kedalamnya hingga ketinggian 10 cm dan biarkan selama beberapa hari agar makanan alami tumbuh. Kemudian, pemasukan air ditambah lagi sampai mencapai ketinggian 100 Cm.


C.   Sarana Budidaya
Alat/sarana yang digunakan oleh masyarakat pembudidaya adalah hampir sama semua, misalnya :
1.    Kapur dolomit
Yang gunanya untuk menaikkan kadar pH kolam dan mengendapkan lumpur yang baru dibuat.
2.    Pupuk kandang
Pupuk yang gunanya untuk membuat kolam ditumbuhi oleh makanan alami dan membuat kolam menjadi subur.
3.    Benih ikan
Benih ikan didapatkan dari Balai Benih yang ada yaitu dari Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten, ukuran benih yang ditebarkan ukurannya berkisar antara 3-5 cm yang seragam.
4.    Pakan ikan
Pakan yang diberikan berupa Pellet (buatan pabrik) yaitu ukuran pakan No. 1 (satu) yaitu PF 118 dengan kandungan    Protein 30 %.

D.   Penebaran Benih
Setelah kolam dinyatakan sudah siap, lalu dilakukan penebaran benih nila dengan ukuran 3-5 cm dengan padat penebaran 10-15 ekor/m2. Untuk kolam ukuran 100 m2 dapat ditebari benih 1.000 ekor. Benih yang dipilih benar-benar sehat dengan ciri-ciri : warna cerah, gerakannya lincah dan tidak sakit. Agar benih tidak menderita stress oleh perbedaan suhu udara dan air. Penebaran benih dilakukan pada pagi atau sore hari. Penebaran pada siang hari dapat membahayakan keselamatan benih.
Penebaran benih harus dilakukan dengan hati-hati. Cara yang aman dan praktis dengan mendiamkan wadah berisi air beberapa saat hingga suhunya sama dengan suhu air kolam pembesaran. Kemudian wadahnya digulingkan secara perlahan-lahan. Biarkan benih keluar dengan sendirinya. Tinggal saat pertama kali menebar benih harus dicatat agar waktu panen dapat dipastikan.



E.   Pemberian Pakan
Untuk benih ikan sampai hari ketiga, benih tidak perlu diberi makan karena pakan alami hasil pemupukan masih tersedia. Menginjak hari keempat barulah kita memberikan pakan buatan berupa pellet berkadar protein 25%. Pakan berupa pellet diberikan setiap hari sebanyak tiga kali pemberian, disesuaikan dengan umur dan ukuran ikan.
Untuk mengetahui pertambahan berat badan ikan yang ada di kolam, dilakukan penangkapan seminggu sekali kurang lebih 30% dari jumlah ikan keseluruhan.
Untuk ukuran 20-50 gr diberikan pellet sebanyak 4% - 5% dari bobot total ikan, 50-200 gr diberikan pellet sebanyak 3% dan ukuran 200-500 gr sebanyak 2% dengan frekuensi pemberian 3 kali sehari.

F.    Pembesaran
Kolam untuk membesarkan Ikan Nila (Oreochormis Niloticus) harus dipersiapkan lebih dulu dengan cermat, baik itu meliputi pengolahan dasar kolam, pengeringan, pemupukan, pengapuran dan penggenangan air selama 5-7 hari agar diperoleh hasil panen yang optimal. Juga pakan tambahan dari luar berupa pellet berkadar protein 25% diberikan setiap hari sebanyak 3-5% dari bobot ikan keseluruhan diberikan 3 kali perhari, pagi, siang dan sore.
Jika selama pemeliharaan berjalan normal dalam tempo 6-7 bulan dengan berat hasil panen mencapai 250-350 gr/ekor, sudah dapat di konsumsi.

BAB  IV
KESIMPULAN DAN SARAN

A.   Kesimpulan
Usaha pemeliharaan Ikan Nila (Oreochormis Niloticus) mempunyai prospek yang cukup baik dikembangkan, karena permintaan pasar yang cenderung sangat meningkat dan rasanya yang gurih serta ditunjang pula harganya yang relatif mahal dibandingkan dengan ikan hasil budidaya air tawar lainnya.
Pemeliharaan Ikan Nila (Oreochormis Niloticus) di kolam merupakan salah satu cara budidaya ikan yang mudah dikembangkan karena wilayahnya yang banyak air dan sungai serta pola budidaya ikan yang mulai digandrungi masyarakat. Juga sebagai alternatif sumber pendapatan dan pemenuhan gizi keluarga.
Makanan bagi Ikan Nila (Oreochormis Niloticus) juga tidak sulit, karena ia mau menyantap segala jenis makanan alami ataupun buatan (pellet), bahkan diberi dedak halus ataupun ampas tahu ia mau juga. Ikan Nila (Oreochormis Niloticus) termasuk jenis ikan pemakan campuran (omnivora).
B.   Saran
Selama masa pemeliharaan perlu diawasi kemungkinan adanya serangan hama dan penyakit. Cara yang paling aman untuk mengendalikan hama adalah secara fisik menangkap langsung hewan liar/hama tadi atau mencegahnya masuk ke dalam kolam.
Sedangkan penyakit ikan dapat dicegah dengan pengapuran yang seimbang untuk mempertahankan kualitas air, serta diupayakan suhu air tidak kurang dari 28 0C.







DAFTAR PUSTAKA


Anonim, Petunjuk Teknis Budidaya Ikan Nila (Buku I). Direktorat Bina Produksi, Direktorat Jenderal Perikanan, Departemen Pertanian, Jakarta. 1989.

----------, Petunjuk Teknis Budidaya Ikan Nila Merah (Oreochormis Sp). Dinas Perikanan Propinsi Daerah Tingkat I Jawa Barat. Bandung. 1988.

----------, Petunjuk Teknis Budidaya Ikan Nila Merah Proyek Diversifikasi Pangan dan Gizi Sub Sektor Perikanan, Direktorat Jenderal Perikanan, Departemen Pertanian. Jakarta 1996/1997.

Cholik, F., Artati dan Rahmat Arifin. Pengelolaan Kualitas Air Dalam Kolam Ikan. 1991.

Hassanudin Saanin. Taksonomi dan Kunci Identifikasi Ikan. Bina Cipta Jakarta. 1992.

Puslitbang Perikanan. Petunjuk Pengoperasian Unit Sarana Pembesaran Ikan Nila. 1988.

1 komentar:

  1. Informasi Situs web Anda menarik, makasih infonya Gan. kunjungi juga http://varian.student.ipb.ac.id/

    BalasHapus